Hai Guys...
Sudah pada tahu gak filmnya Joko Anwar yang dirilis pada
tanggal 3 September 2015 lalu? Nih ya, bagi yang tidak tahu atau belum pernah
nonton jangan khawatir deh, soalnya artikel kali ini akan membahas tentang
bagaimana alur film yang satu ini. Oyaaaa, hampir lupa nih... judul filmnya ‘A
Copy of My Mind’. Yuk cek it out...
| Source: provoke-online.com |
Biasanya kebanyakan film Indonesia selalu menampilkan kehidupan
Ibu Kota dengan penuh kemewahan dan kesibukan perkantoran. Tapi dalam A Copy of My Mind, sutradara
Joko Anwar menghadirkan gambaran kehidupan Jakarta secara lebih jelas, nyata,
dan dekat.
Kisah A Copy of My Mind sangatlah
sederhana. Berlatar sibuknya Indonesia menjelang Pemilihan Presiden pada 2014
lalu, Joko menampilkan kehidupan sepasang jelata yang tak sengaja terjebak
pusaran politik busuk para pejabat.
| Source: layar-tancep.com |
‘Sari’ yang diperankan oleh Tara Basro hanyalah berprofesi
sebagai seorang pemijat wajah di sebuah salon kecantikan kalangan menengah. Tak
ada yang spesial dari hidupnya, bahkan cenderung membosankan. Ia sepenuhnya
menyadari hal itu.
Dari saking membosankannya, Joko pun menggambarkan
hari-hari Sari dilalui dengan ritme monoton: Bangun kala subuh, antre mandi
dengan penghuni kosan lain, berangkat kerja, membeli dan menonton DVD bajakan,
lalu tidur. Begitu seterusnya.
Sari bercita-cita mempunyai home
theatre yang membuatnya "tenggelam" dalam
imajinasi film thriller Hollywood
yang kadang mengada-ada. Suatu kali, hobi tersebut mengantarkannya kepada
seorang pria.
Pria itu, Alek yang
diperankan oleh Chicco Jerikho, bekerja sebagai penerjemah teks film bajakan.
Selama bertahun-tahun, ia mendapatkan penghasilan dari salah satu rantai
industri pembajakan yang jelas-jelas melanggar hukum.
Suatu kali, hasil terjemahan Alek diprotes oleh Sari.
Wanita berambut panjang itu pun meminta ganti rugi. Lantaran tak sesuai
harapannya, maka Sari memilih mengutil DVD baru.
Alek memergoki tindakan tukang salon itu. Dengan sedikit
ancaman, Alek berhasil membuat Sari takluk. Selanjutnya, mereka memadu kasih.
Namun kisah menjadi sedikit berwarna ketika Sari iseng
mengutil DVD dari seorang klien salon. Klien ini tak sembarangan. Mirna adalah
makelar undang-undang yang kerap mempertemukan para anggota dewan dengan
pengusaha. Mirna kemudian ditahan di penjara. Namun bukan sembarang penjara,
melainkan penjara bak hotel bintang lima.
Ternyata, DVD tersebut berisi rekaman perundingan jual-beli
undang-undang yang difasilitasi Mirna. Pejabat yang terlibat adalah calon
kandidat Pemilihan Presiden. Hingga kemudian kehidupan Sari dan Alek pun
berubah selamanya.
Nah, disini Joko sang sutradara menampilkan gambaran apa
adanya kehidupan masyarakat urban menengah ke bawah di Jakarta. Tak ada
gemerlap kota, tak ada kemewahan yang membuat gumoh. Yang ada, hanyalah kehidupan si jelata.
Joko menggambarkan secara jujur dan cerdas sisi gelap
Indonesia, mulai dari pembajakan karya cipta secara besar-besaran dan tertutup,
hingga permainan politik kotor para penguasa demi keuntungan segelintir pihak.
Yups, pokoknya complit banget deh keseruan film ‘A Copy
of My Mind’ ini, yaah meskipun di awal-awal cukup membosankan tapi kamu
dijamin gak bakalan rugi deh nonton film ini. Penasaran? Looking for it, guys!!