Rabu, 19 Maret 2014

Catatan Mingguan (03-09 Maret 2014)


Oleh: Izzatul Millah
Hari pertama masuk kuliah. Bukan suasana yang baru. Bukan teman-teman yang baru. Bukan baju baru. Bukan sepatu baru. Bukan tas baru. Dan bukan segala hal-hal material yang baru. Tapi saya merasakan semangat yang baru. Tekad besar tengah merajai diriku setelah semalam dihantam beribu motivasi. Ah, betapa nikmatnya hidup ini ketika semangat diri membara. Membakar seluruh perasaan malas dan capek. Rasanya, hidup ini lebih berharga dan bermakna.
“Awal yang baik akan memberikan hasil yang baik pula.”
Tetap saja kalimat itu yang terus menggeliat di benak saya. Mengingat kalimat itu berulang-ulang membuat saya berusaha sebaik mungkin membuat awal yang baik bahkan luar biasa setiap harinya. Meskipun sampai saat ini, saya masih mengawalinya di lingkungan kampus saja.
Didekat tangga setiap perkuliahan berakhir, saya selalu melafalkan kata tersebut. Ya, kata ajaib.
“Fatihah.”
Satu kata yang saya dapat dari salah satu teman saya pun tetap tak mampu, bahkan tak mau saya lupakan sampai kapanpun. Karena satu kata itu sangat membantu saya. Membantu menenteramkan hati dan pikiran saya saat tengah menerima materi dari para dosen. Rasanya, dosen-dosen yang dulu saya pandang sedikit menakutkan, kini beliau-beliau terasa lebih akrab dengan saya. Sekalipun tidak ada percakapan apapun antara saya dan dosen, tapi saya merasa lebih nyaman diajar beliau. Tatapan beliau begitu meneduhkan. Alhamdulillah.
3 hari kuliah, sedangkan 4 hari libur membuat saya sedikit merasa tak enak. Karena selama 4 hari, saya merasa tak melakukan apapun yang berguna. Hanya tidur dan tidur. Sungguh membosankan. Akhirnya, saya merasa tubuh saya begitu kaku dan sangat sakit. Selama 4 hari pula kepala saya pening akibat terlalu banyak tidur. Sungguh keadaan yang tak diharapkan.
Namun disela-sela rasa sakit dan pening saya, pada hari kamis saya menyelesaikan opini pertama saya di minggu ini. Judulnya “Pemimpin Pintar atau Jujur?”. Ide opini ini saya ambil dari diskusi teman-teman di kelas dengan salah seorang dosen perempuan. Ditambah lagi ada berita mengenai nasehat KH Hasyim Muzadi untuk para calon MK. Ah, lengkap sekali. Dan opini itu pun saya kirim ke media massa. Akhirnya, pada hari Sabtu saat baru bangun tidur, saya melihat koran di atas pintu belum tersentuh. Saya berniat mengambilnya setelah mencuci muka. Dengan santai tanpa pengharapan apapun saya ambil koran Kompas dan Duta. Bukannya saya tak berharap tulisan saya dimuat, tetapi pada hari Jumat saya sedikit merasa kecewa karena opini saya belum termuat. Maka dari itu saya tak mengharapkan apa-apa lagi. Hingga kemudian saya buka halaman 2 (kalau tidak salah) koran Duta Masyarakat, dan ternyata opini saya terpampang disitu. Betapa bahagianya saya. Bukan karena saya akan mendapat honor, tapi karena salah satu target saya dibulan Maret ini telah terpenuhi. Alhamdulillah. Sungguh tak ada yang perlu di ragukan atas nikamat yang Tuhan berikan. Ia selalu memberi kejutan-kejutan yang tak pernah disangka hamba-Nya.

-Sungguh minggu yang indah dan menegangkan-

Tidak ada komentar: