Sabtu, 28 November 2015

Film A Copy of My Mind: Mengenal Jakarta Lebih Jelas, Nyata dan Dekat


Hai Guys...
Sudah pada tahu gak filmnya Joko Anwar yang dirilis pada tanggal 3 September 2015 lalu? Nih ya, bagi yang tidak tahu atau belum pernah nonton jangan khawatir deh, soalnya artikel kali ini akan membahas tentang bagaimana alur film yang satu ini. Oyaaaa, hampir lupa nih... judul filmnya ‘A Copy of My Mind’. Yuk cek it out...
Source: provoke-online.com

Biasanya kebanyakan film Indonesia selalu menampilkan kehidupan Ibu Kota dengan penuh kemewahan dan kesibukan perkantoran. Tapi dalam A Copy of My Mind, sutradara Joko Anwar menghadirkan gambaran kehidupan Jakarta secara lebih jelas, nyata, dan dekat.
Kisah A Copy of My Mind sangatlah sederhana. Berlatar sibuknya Indonesia menjelang Pemilihan Presiden pada 2014 lalu, Joko menampilkan kehidupan sepasang jelata yang tak sengaja terjebak pusaran politik busuk para pejabat.
Source: layar-tancep.com

‘Sari’ yang diperankan oleh Tara Basro hanyalah berprofesi sebagai seorang pemijat wajah di sebuah salon kecantikan kalangan menengah. Tak ada yang spesial dari hidupnya, bahkan cenderung membosankan. Ia sepenuhnya menyadari hal itu.
Dari saking membosankannya, Joko pun menggambarkan hari-hari Sari dilalui dengan ritme monoton: Bangun kala subuh, antre mandi dengan penghuni kosan lain, berangkat kerja, membeli dan menonton DVD bajakan, lalu tidur. Begitu seterusnya.
Sari bercita-cita mempunyai home theatre yang membuatnya "tenggelam" dalam imajinasi film thriller Hollywood yang kadang mengada-ada. Suatu kali, hobi tersebut mengantarkannya kepada seorang pria.
Pria itu, Alek  yang diperankan oleh Chicco Jerikho, bekerja sebagai penerjemah teks film bajakan. Selama bertahun-tahun, ia mendapatkan penghasilan dari salah satu rantai industri pembajakan yang jelas-jelas melanggar hukum.
Suatu kali, hasil terjemahan Alek diprotes oleh Sari. Wanita berambut panjang itu pun meminta ganti rugi. Lantaran tak sesuai harapannya, maka Sari memilih mengutil DVD baru. 
Alek memergoki tindakan tukang salon itu. Dengan sedikit ancaman, Alek berhasil membuat Sari takluk. Selanjutnya, mereka memadu kasih.
Namun kisah menjadi sedikit berwarna ketika Sari iseng mengutil DVD dari seorang klien salon. Klien ini tak sembarangan. Mirna adalah makelar undang-undang yang kerap mempertemukan para anggota dewan dengan pengusaha. Mirna kemudian ditahan di penjara. Namun bukan sembarang penjara, melainkan penjara bak hotel bintang lima.
Ternyata, DVD tersebut berisi rekaman perundingan jual-beli undang-undang yang difasilitasi Mirna. Pejabat yang terlibat adalah calon kandidat Pemilihan Presiden. Hingga kemudian kehidupan Sari dan Alek pun berubah selamanya.
Nah, disini Joko sang sutradara menampilkan gambaran apa adanya kehidupan masyarakat urban menengah ke bawah di Jakarta. Tak ada gemerlap kota, tak ada kemewahan yang membuat gumoh. Yang ada, hanyalah kehidupan si jelata.
Joko menggambarkan secara jujur dan cerdas sisi gelap Indonesia, mulai dari pembajakan karya cipta secara besar-besaran dan tertutup, hingga permainan politik kotor para penguasa demi keuntungan segelintir pihak.
Yups, pokoknya complit banget deh keseruan film ‘A Copy of My Mind’ ini, yaah meskipun di awal-awal cukup membosankan tapi kamu dijamin gak bakalan rugi deh nonton film ini. Penasaran? Looking for it, guys!!

Tidak ada komentar: