Minggu, 22 Desember 2013

Maaf hanya ini, Ibu!



Ibu,
Sejak keanggunanmu melengkapi hidup bapak,
Sejak kesabaranmu dibolak-balik,
Sejak nyawamu dipertaruhkan,
Aku sudah menjadi anakmu
Dan saat ini pun aku tetap anakmu, bahkan sampai aku tak tahu lagi engkau dimana
Aku tetaplah anakmu

Jadi tolong, beri tahu aku
;sudahkah aku mampu mendamaikan hidupmu?

Ada banyak koma dalam tulisan ini, karena aku tahu kasihmu tak pernah bertitik
Sebagaimana aku tak pernah berhenti bertanya,
;menyesalkah engkau telah melahirkanku?

Aku buta
Namun aku tahu, kemana aku harus pulang saat aku tersesat
Aku tuli
Namun aku tahu, seberapa merdu engkau mendoakanku
Dan aku bisu
Namun tahukah, bahwa aku selalu melafalkan namamu dalam hatiku

Ibu, sekali lagi; mampukah aku kehilanganmu?

Tidak ada komentar: