Oleh:
Izzatul Millah
Minggu
kedua di bulan Maret. Semangat masih terus tertanam, namun sudah pasanga-surut.
Tapi bukan Izzatul Millah namanya kalau harus tertinggal lagi dari teman-teman,
bukan Izzatul Millah namanya kalau tidak mampu mempertahankan semangat agar
selalu terjaga keawetannya. Karena mimpi yang ingin dicapai sulitnya melebihi
segalanya. Ada banyak usaha yang harus dipertaruhkan sebelum akhirnya mendapat
hasil yang memuaskan. Ya, harus ada banyak hal yang dikorbankan untuk
ditukarkan dengan hal yang lebih berharga.
-Awal
yang baik akan memberikan hasil yang baik pula- dan –Tidak harus menjadi hebat untuk memulai, tapi mulailah
untuk menjadi hebat-
Kata-kata
itu masih menjadi kata keramat. Kata yang mampu memicu semangat agar tetap pada
tempatnya. Meskipun terkadang, tetap saja rasanya semangat itu kian mengecil
namun dengan usaha yang tak putus-putus, semua kembali normal.
Alhamdulillah,
ada banyak dosen yang memberikan dorongan melalui kalimatnya. Kuliah pun
rasanya tak seberat dulu. Tugas yang diberikan pun bisa dikerjakan dengan hati
damai. Syukron...
Sejak
awal masalah saya itu terletak di hati. Saya tidak tahu mengapa saya begitu
kalah dengan hati saya. Jika hati saya sudah menginginkan satu hal, maka ia tak
akan pernah berpaling sebelum hal yang dia inginkan terwujud. Sayangnya,
hal-hal yang diinginkan hati saya selalu saja tak mampu saya penuhi. Akhirnya,
terkadang saya tidak bisa melakukan apapun seharian. Saya hanya akan berkutat
dengan masalah hati saya. Sungguh, jika ini dibiarkan akan menjadi penghambat
yang tak bisa saya lawan.
Entah
malam apa saya telah lupa. Malam yang membuat saya merasa begitu terharu. Malam
yang membuat semangat saya tersulut. Malam yang membuat semangat tumpah
setumpah-tumpahnya. Mengantarkan salah satu teman saya ke bandara untuk
berangkat ke Makassar. Rasanya seperti sudah akan berangkat ke luar negeri
saja. Rasa iri itu pun menyeruak. Tapi saya tak hanya iri saja. Saya sudah
bertekad untuk tidak hanya sekedar diam di tempat. Saya pun berjanji pada diri
saya bahwa suatu hari, saya akan mampu berada di pesawat untuk mengelilingi
dunia ini. Hingga kemudian, terlintas dan terniat dalam diri saya untuk pergi
ke Bali setelah uang beasiswa saya sudah cair. Ya, Bali. Tempat yang sejak dulu
menjadi idaman saya. Saya benar-benar ingin pergi kesana sebelum akhirnya aku
berkeliling dunia dan melihat betapa lebarnya dunia ini.
Belajar
hingga larut malam membuat saya puas. Sungguh, rasanya seperti telah melakukan
hal besar dalam diri saya. Padahal hanya sekedar belajar. Saya tidak merasa
menyesal telah mengabaikan kantuk hingga tidur terlalu larut. Karena saya
yakin, esok saya akan memetik hasil dari kerja keras saya.
Keep
spirit! Fighting!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar