Rabu, 19 Maret 2014

Catatan Mingguan (10-16 Maret 2014)


Oleh: Izzatul Millah

Minggu kedua di bulan Maret. Semangat masih terus tertanam, namun sudah pasanga-surut. Tapi bukan Izzatul Millah namanya kalau harus tertinggal lagi dari teman-teman, bukan Izzatul Millah namanya kalau tidak mampu mempertahankan semangat agar selalu terjaga keawetannya. Karena mimpi yang ingin dicapai sulitnya melebihi segalanya. Ada banyak usaha yang harus dipertaruhkan sebelum akhirnya mendapat hasil yang memuaskan. Ya, harus ada banyak hal yang dikorbankan untuk ditukarkan dengan hal yang lebih berharga.
-Awal yang baik akan memberikan hasil yang baik pula- dan ­–Tidak harus menjadi hebat untuk memulai, tapi mulailah untuk menjadi hebat-­
Kata-kata itu masih menjadi kata keramat. Kata yang mampu memicu semangat agar tetap pada tempatnya. Meskipun terkadang, tetap saja rasanya semangat itu kian mengecil namun dengan usaha yang tak putus-putus, semua kembali normal.
Alhamdulillah, ada banyak dosen yang memberikan dorongan melalui kalimatnya. Kuliah pun rasanya tak seberat dulu. Tugas yang diberikan pun bisa dikerjakan dengan hati damai. Syukron...
Sejak awal masalah saya itu terletak di hati. Saya tidak tahu mengapa saya begitu kalah dengan hati saya. Jika hati saya sudah menginginkan satu hal, maka ia tak akan pernah berpaling sebelum hal yang dia inginkan terwujud. Sayangnya, hal-hal yang diinginkan hati saya selalu saja tak mampu saya penuhi. Akhirnya, terkadang saya tidak bisa melakukan apapun seharian. Saya hanya akan berkutat dengan masalah hati saya. Sungguh, jika ini dibiarkan akan menjadi penghambat yang tak bisa saya lawan.
Entah malam apa saya telah lupa. Malam yang membuat saya merasa begitu terharu. Malam yang membuat semangat saya tersulut. Malam yang membuat semangat tumpah setumpah-tumpahnya. Mengantarkan salah satu teman saya ke bandara untuk berangkat ke Makassar. Rasanya seperti sudah akan berangkat ke luar negeri saja. Rasa iri itu pun menyeruak. Tapi saya tak hanya iri saja. Saya sudah bertekad untuk tidak hanya sekedar diam di tempat. Saya pun berjanji pada diri saya bahwa suatu hari, saya akan mampu berada di pesawat untuk mengelilingi dunia ini. Hingga kemudian, terlintas dan terniat dalam diri saya untuk pergi ke Bali setelah uang beasiswa saya sudah cair. Ya, Bali. Tempat yang sejak dulu menjadi idaman saya. Saya benar-benar ingin pergi kesana sebelum akhirnya aku berkeliling dunia dan melihat betapa lebarnya dunia ini.
Belajar hingga larut malam membuat saya puas. Sungguh, rasanya seperti telah melakukan hal besar dalam diri saya. Padahal hanya sekedar belajar. Saya tidak merasa menyesal telah mengabaikan kantuk hingga tidur terlalu larut. Karena saya yakin, esok saya akan memetik hasil dari kerja keras saya.

Keep spirit! Fighting!!!

Tidak ada komentar: